Postingan

Menampilkan postingan dengan label Short Story

Doi

Disini gua bakal nulis tentang seseorang yang menurut gua lelaki sebaya tersabar yang pernah ngadepin gua. Yap. Doi sepantaran sama gua, tepatnya 18 hari lebih muda dari gua (hehe). Pertama kali gua ketemu dia pas semester 2 kuliah. Gua sama doi sekelas. Saat itu doi udah punya cewe dan gua masih tetep gua dengan bayangan mantan dalam sebujur lahir batin gua, belom bisa move on. Awalnya sih gua ga ada perasaan apapun sama doi, gua cuman sering godain aja lol. Terlebih gua emang gitu, becanda aja. Gua sering bilang badan dia pelukable , gua punya gelang yang sama kayak gelang yang dia punya, dan gua sering banget bilang kalo gua sama doi jodoh karna punya gelang yang sama. Ga sadar gua seganjen itu. Walau becanda aja hm. Doi juga selalu nanggepin banyolan gua. Untungnya doi orangnya nyablak juga jadi gua gituin juga biasa aja orangnya. Akhirnya ketika semester 2 mau kelar, gua bikin grup berlima (gua, doi, bagas, dita, yunian). Kita berlima main bareng dan lainlain. Gua gapernah ada ra...

Retak

Entah darimana ku harus memulai. Kau tak mengetahui aliran pikiran yang membuatku berkali meleburnya. Anggapmu, itu sebuah hal yang terlalu di luar batasnya. Kau tau? tak sama dengan jalannya pikiran rumitku. Mungkin waktu mencoba membuka segala sisi dari kau dan aku. Membuat hal putih dan hitam tak lagi transparan. Aku suka dengan lembutnya sifat dan sikapmu. Hanya saja tak kau ketahui betapa rindu insanku dengan perhatian manismu. Perlahan, waktu menjawab tanyaku. Katamu setiap insan berubah dengan waktunya. Tapi ku rasa waktu bersahabat denganku. Ia tak mengubah seseorang. Kau tau? tirakatku mungkin hanya butuh teman. Tak mau sendiri tanpa dimengerti. Kau ku percaya, ku buat surgaku bercerita. Kau tau? kaulah yang tahu setiap detail hidupku. Tanpaku sembunyikan yang tersembunyi. Hasratku besar padamu. Inginku, kau mendengarkan. Tidak. Tidak usah kau repot untuk memberi tanggapan ilmiah. Hanya saja, dengarkan. Kau selalu mengatakan “ceritakan saja”. Tapi tak jarang kau kelabui s...

Sedih Deh.

HELLO! Sekarang gue memutuskan buat nulis lagi. Gaada apasih. Pengen aja. Udah kek berkutat lagi sama diary jaman SD wow. Oke. Gue gatau sekarang sepi aja rasanya. Gue udah penjurusan di Fakultas gue, gue masuk ke Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Gue suka aja sih sama jurusan ini, seru gitu "keliatannya". Dan gue udah pilih lab Toksikologi, dimana gue ngeracik racun untuk Organisme Pengganggu Tanaman untuk pertanian. Yap. Seru menurut gue. Tapi agak sengklek sih gue milih ini, karena banyak kimianya, sedangkan jaman SMA aja kimia gue jeblok. Oke semenjak gua penjurusan, gua ngerasa sepi aja. Temen gua sedikit di jurusan gue. Temen gue banyakan di jurusan Ilmu Tanah. Hmmm gue tadinya pengen masuk jurusan Tanah, tapi gue mikir mikir lagi gue gasuka ama pelajarannya. Yauda gua pilih jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) yang ga banyak temen gue disana. Sedih sih tapi ya gimana lagi. Gue jd jarang ngumpul, jarang nongkrong, jarang segalanya. Gue lebih sering sama Dony (...

Tradisi Pagi

Well, gue kembali (lagi dan lagi) dengan bacotan yang merdu ini. Gue harap bagi lo semua yang (ga sengaja) kebuka blog gue, gak mendadak kena epilepsi (padahal gue gak ngerti epilepsi itu apaan)   setelah baca postingan gue yang absurd . Gue juga gak ngerti kenapa akhir-akhir ini gue serasa kaya tomcat kejepit babon lagi boker. Tertekan men. Ah, kampret. Itu dia sebabnya gue banyak ngebacot hal gak penting di blog gue ini. Gue minta kemakluman dari lo pada yang (ga sengaja) baca postingan gue ini.   Oke. Pagi tadi masih sama kaya pagi-pagi yang biasa gue jalanin. Bangun pagi, shalat, boker, sarapan, boker lagi, mandi, siap-siap pake seragam, boker lagi lagi, benahin seragam lagi, siap, beres, berangkat. Oke. Kegiatan pagi gue emang begitu menyibukkan. Sibuk boker. Yap. Gue akui emang boker adalah ritual pagi yang selalu harus wajib gue lakuin setiap harinya. Yah.. gue juga suka bingung aja kenapa perut gue selalu memberontak ketika fajar menjelang. Gak perlu alarm buat...

Biologi Vs Hape

Assalamualaikum wahai para insan manusia yang (ga sengaja) lewat dan baca postingan gue ini. Oke, ini malem. Dan malem ini gue lagi putek. Otak gue sekarat. Bener-bener sekarat. Seakan sel-sel di otak gue udah pupus mati melebur. Apa ini? ah, sel. Iya. Sel. Biologi. Kampret. Gue enek banget kalo denger kata biologi. Gara-gara biologi otak gue jadi sekarat kaya gini. I hate biology . Dan postingan ini adalah bacotan pelampiasan gue akibat biologi. Oke. Check it out! Well, besok gue ada remed biologi. Yap. Remed. Gue harus ngadepin remed akibat nilai mid-term test gue yang jawaban benernya cuma setengah-lebih-dua dari soal yang tersedia. Dan nilainya cuma setengah-lebih-tiga dari nilai sempurna. Oke kalimat gue mungkin membingungkan karena emang gue lagi bingung. To the point aja ye. Jawaban bener gue cuma 32 dari 60 soal yang tersedia. Dan nilai gue cuma setengah-lebih-tiga dari nilai sempurna, yang tak lain dan tak bukan adalah 53. Yap. LIMA PULUH TIGA. Sekali lagi. LIMA PULUH...

Complicated - Loved You From the Start

Terasa sulit bagiku menggoreskan kata demi kata guna mewakili isi perasaanku. Perasaanku kepada dia yang aku cinta. Perasaanku yang terlalu lama tersembunyi dan seakan membeku di bawah lautan es nan sunyi. Mungkin aku telah menyukainya dari awal. Tepat ketika pertama kali aku melihatnya. Begitu indah dan menawan, membuatku terlungkup penasaran. Siapa dia? Bisakah aku mengenalnya? Waktu terus berputar memainkan porosnya. Aku pun terus memperhatikannya. Hingga aku merasakan seperti getaran ketika berada di dekatnya. Apakah aku menyukainya? Aku ragu dengan perasaanku. Yah.. tapi tak bisa ku pungkiri. Aku menyukainya. Aku telah menyukainya. Awalnya hanya ku biarkan saja rasaku. Aku tak yakin bahwa ia akan menyukaiku juga seperti aku menyukainya. Aku pun mencoba melupakannya. Mengenyahkan ia dari dalam benakku. Membuang jauh perasaanku. Karena saat itu aku benar-benar berfikir dan yakin bahwa ia tak akan pernah menyukaiku. Saat aku mencoba melupakannya, terselip satu pertanyaan yang...